Film Batman: The Killing Joke (2016)

Film Batman: The Killing Joke (2016)

Film Batman: The Killing Joke (2016) .Bisakah sebuah komik, khususnya komik superhero, bergenre noir? Saya tak sebegitu ahli di bidang perkomikan, namun jika ada yang mengadaptasi komik The Killing Joke menjadi sebuah film, saya membayangkan filmnya akan menjadi film noir. Ceritanya mengangkat tema yang sangat suram, menyoroti ambiguitas moral dari para karakter serta drama kriminal yang berat dengan latar belakang dunia yang sinis. 

Nyatanya, adaptasi perdana yang merupakan film animasi dari Warner Bros ini tak begitu memancarkan atmosfer yang saya bayangkan. Batman: The Killing Joke adalah film animasi superhero konvensional dari DC yang kualitasnya terdongkrak berkat superioritas materi orisinalnya.

Mengadaptasi novel grafis yang ditulis oleh maestro komik era 80-an, Alan Moore dan diilustrasikan oleh Brian Bolland, sejak awal cukup problematis. Materi aslinya hanya berupa one-shot, tak cukup panjang untuk dijadikan sebuah film penuh. Namun ini dia -- kita mendapatkan film penuhnya. Penulis naskah Brian Azzarello menambahkan prolog mengenai Batgirl berdurasi 30 menitan dengan alasan: (1) Memberi konteks untuk motivasi para karakter dan (2) Memperpanjang durasi agar filmnya tak kependekan. Alasan terakhir lebih masuk akal. 

Penonton tak begitu membutuhkan konteks tersebut, karena kita tahu siapa karakter ini. The Killing Joke adalah produk yang disasar buat penggemar, karena bagi yang bukan penggemar, bagaimana mungkin mereka bisa merangkul premis tentang pahlawan berjubah kelelawar versus pria pucat berambut hijau yang gila? Kita tahu bagaimana dinamika hubungan Batman dan Joker; kita tahu siapa Komisaris Gordon. Dan pengetahuan tersebut sudah cukup sebagai basis untuk tragedi dan ending ambigu yang menyusul setelahnya. 

Namun yang lebih krusial adalah bagaimana cara pandang (atau cara presentasi?) Azzarello terhadap dilema dan tragedi yang berbeda dengan Moore yang cermat. Ini membuat filmnya terasa seperti dua film berbeda yang digabungkan menjadi satu. Tragedi di paruh pertama yang ditulis Azzarello terkesan seperti objektifikasi, sementara paruh kedua yang setia terhadap materi aslinya merupakan eksplorasi. 

Barbara Gordon / Batgirl (disuarakan oleh Tara Strong), anak Komisaris Gordon (Ray Wise) dikerdilkan menjadi cewek galau yang caper, hingga satu-satunya cara untuk memuaskannya adalah diberi perhatian oleh Batman (Kevin Conroy). Di awal film, Batgirl sedang berusaha mengatasi gangster yang terobsesi dengannya namun Batman campur tangan. Aksi ini melukai perasaan dan harga dirinya hingga ia berhub... yah, saya takkan mengungkapnya. Adegan ini begitu janggal ditinjau dari berbagai sisi. 

Ini mungkin untuk memberi lapisan pada karakternya, memanusiakan mereka. Di materi aslinya pun Batgirl maupun Komisaris Gordon hanyalah menjadi plot device, namun memperlakukan mereka seperti itu malah mendegradasi karakter. Dan ini mempengaruhi citra Batman juga. Bagi saya, ini justru merusak dampak bagi momen paling penting di akhir. 

Sinopsis Film Batman: The Killing Joke (2016) 
Cerita sebenarnya baru dimulai saat Batman mengetahui bahwa Joker (Mark Hamill) melarikan diri dari Arkham Asylum. Ia sudah menyiapkan rencana keji bagi 2 orang terdekat Batman, termasuk diantaranya Komisaris Gordon. Konfrontasi puncak antara Batman dan Joker terjadi di sebuah sirkus terlantar. Ada pengadeganan yang mengerikan disini. Lihat saja, Joker yang duduk di atas singgasana di atas tumpukan boneka bayi. Atau antek-anteknya yang terdiri dari berbagai macam jenis freakshow (no offense). 

Saya sudah membaca komik The Killing Joke dan komik ini memberi feel yang mungkin sulit ditransfer ke medium lain. Memasuki cerita inti, setiap adegan dari film ini nyaris sama persis dengan setiap panel komiknya, kecuali beberapa tambahan sekuens aksi. Desain karakter mendekati goresan tangan Bolland, tentu dengan detil yang berbeda. Namun tata produksinya belumlah sekelas Batman: Mask of the Phantasm yang tata suaranya luar biasa dan pergerakan animasinya yang sangat dinamis. Meski demikian, sekali lagi kita bisa menyaksikan kolaborasi brilian dari Conroy dan Hamill yang disebut-sebut sebagai "the real Batman" dan "the real Joker" dalam semesta DC. Monolog yang dihiasi tawa keji dari Hamill membuat kita bergidik. 

The Killing Joke adalah salah satu komik paling definitif dari saga Batman, bukan hanya karena kekontroversialannya melainkan juga arc-nya yang penting karena membahas masa lalu dan psikologi Joker serta dinamika hubungannya dengan Batman. Sayang sekali filmnya tak meninggalkan kesan mendalam. Lebih disayangkan lagi bahwa film ini disutradarai oleh Sam Liu, orang yang sama yang membesut Batman: Year One, film animasi Batman yang sangat dewasa dan atmosferik.

0 Response to "Film Batman: The Killing Joke (2016) "

Post a Comment